Sabtu, 09 Juli 2011

KALA UJIAN DAN MUSIBAH MENYAPA

Hakekat Kesabaran
Sabar, secara bahasa berarti mencegah atau menahan. Menurut syariat, sabar berarti menahan jiwa dari rasa keluh kesah, menahan lisan dari mengeluh, dan menahan anggota badan dari menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian atau pun ungkapan-ungkapan kesedihan lain.

Macam-Macam Kesabaran
Ditinjau dari obyeknya maka kesabaran itu terbagi menjadi tiga; Sabar dalam melaksanakan perintah-perintah Alloh, sabar dalam meninggalkan larangan-larangan Alloh dan sabar terhadap musibah-musibah yang ditakdirkan oleh Alloh Ta’ala.
Ditinjau dari sisi lain, sabar dibagi menjadi dua; Sabar ikhtiyari (dapat memilih) dan sabar idhthiroori (tidak ada pilihan lain). Jenis sabar terhadap perintah-perintah dan larangan-larangan Alloh adalah termasuk pada jenis sabar ikhtiyari, karena pelakunya dapat memilih dan mengusahakannya. Sedang sabar terhadap musibah adalah termasuk jenis sabar idhthiroori, karena pelakunya tidak memiliki pilihan selainnya. Yakni ketika mendapatkan musibah maka tidak ada pilihan lain bagi dia kecuali harus bersabar. Apabila tidak bersabar, maka dia justru mendapat dua keugian, yakni musibah itu sendiri dan tidak mendapatkan pahala dengan musibah tersebut. Sabar jenis pertama lebih utama daripada jenis sabar yang kedua. Itulah sebabnya sabarnya nabi Yusuf terhadap godaan istri tuannnya itu lebih utama dari pada sabarnya beliau ketika dibuang ke dalam sumur oleh saudara-saudaranya.

Hakekat Ujian dan Musibah
Dengan menyadari hakekat sebenarnya dari ujian dan musibah, maka kita diharapkan memiliki cara pandang yang benar tentang ujian dan musibah. Sehingga hal itu dapat mengantarkan pada keyakinan dan sikap yang benar.
  • Meyakini bahwa semuanya datang dari Alloh.
Alloh berfirman yang artinya, “Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfudzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Alloh.” (Al Hadid: 22)
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: ‘Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun’.” (Al Baqoroh: 155-156)
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Ketahuilah, sesungguhnya apabila umat ini seluruhnya berkumpul untuk memberikan manfaat kepadamu maka mereka tidak akan bisa memberi manfaat kecuali yang telah Alloh tetapkan untukmu. Dan apabila mereka berkumpul untuk menimpakan bahaya kepadamu, maka niscaya mereka tidak akan mampu menimpakan kemudhorotan itu kecuali apa yang telah Alloh tetapkan untukmu.” (HR. Tirmidzi)
Dengan meyakini bahwa semua itu adalah dari Alloh Azza wa Jalla semata maka seorang mukmin akan mengembalikan semua urusannya kembali kepada Alloh, disertai keyakinan bahwa di dalamnya pasti terkandung hikmah dan pelajaran. Seorang mukmin tidak akan menjadi stres dengan adanya musibah yang menimpa dia.
  • Disebakan karena dosa dan kesalahan kita sendiri.
Alloh berfirman yang artinya, “Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi.” (Al A’rof: 23)
“Dan Kami tidaklah menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri. “ (Hud: 11)

  • Pelajaran atas banyaknya dosa dan maksiat yang kita lakukan.
Alloh berfirman yang artinya, “Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan negeri-negeri di sekitarmu dan Kami telah mendatangkan tanda-tanda kebesaran Kami berulang-ulang supaya mereka kembali (bertaubat).” (Al ahqof: 27)
Ibnul Jauzi berkata, “Sebesar apa pun musibah yang datang menimpa, hal itu masih belum sebanding dengan dosa yang telah mereka kerjakan”.
  • Bukti kecintaan pada seorang hamba.
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Sesungguhnya besarnya pahala sebanding dengan besarnya ujian. Bila Alloh suka kepada suatu kaum maka mereka akan diuji. Jika mereka ridho maka Alloh ridho dan bila dia marah maka Alloh pun akan marah padanya.” (HR. Tirmidzi)
  • 5. Menghapus sebagian dosa orang mukmin.
Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Tidaklah musibah yang menimpa seorang muslim melainkan Alloh akan menghapus dosanya, sekalipun musibah itu hanya tertusuk duri.” (HR. Bukhori)
“Ujian akan terus datang kepada seorang mukmin atau mukminah mengenai jasadnya, hartanya, dan anaknya sehingga ia menghadap Alloh tanpa membawa dosa.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi)
Sebagian salaf berkata, “Kalaulah bukan karena musibah yang menimpa pastilah kita memasuki negeri akhirat sebagai orang-orang yang pailit”.
  • 6. Ujian atas keimanan.
Alloh berfirman yang artinya, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum datang kepadamu (cobaan) sebagaimana halnya orang-orang terdahulu sebelum kamu? Mereka ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan, serta digoncangkan (dengan bermacam-macam cobaan) sehingga berkatalah Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya: ‘Kapankah datang pertolongan Allah?’ Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat.” (Al Baqoroh: 214)

Rosululloh shollallohu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya, “Diantara orang-orang sebelum kalian, ada yang digalikan sebuah lubang untuknya. Ia dimasukkan ke dalamnya, didatangkan sebuah gergaji lalu diletakkan di atas kepalanya dan ia pun dibelah menjadi dua. Ada juga yang disisir dengan sisir besi sampai mengelupas kulit dan dagingya. Tetapi semua itu tidak menghalangi mereka dari din mereka…” (HR. Bukhori)
Masya Alloh…!!! Lalu bagaimana dengan kita? Maka sungguh betapa lemahnya keimanan kita.

Sumber : addakwah.com

Rabu, 06 Juli 2011

9 TEHNIK MENGATASI PIKIRAN NEGATIF




Untuk sebagian besar dari kita, berpikir negatif mungkin sudah menjadi bagian dari diri. Ketika hal-hal tidak sesuai rencana, kita dengan mudah merasa depresi dan tidak bisa melihat sisi baik dari kejadian tersebut.

Berpikiran negatif tidak membawa kemana-mana, kecuali membuat perasaan tambah buruk, yang lalu akan berakibat performa kita mengecewakan. Hal ini bisa menjadi lingkaran yang tidak berujung.

Jessica Padykula menyarankan sembilan teknik untuk mencegah dan mengatasi pikiran negatif yang adalah sebagai berikut:


1. Hidup di saat ini.
Memikirkan masa lalu atau masa depan adalah hal yang sering membuat kita cemas. Jarang sekali kita panik karena kejadian masa sekarang. Jika Anda menemukan pikiran anda terkukung dalam apa yang telah terjadi atau apa yang belum terjadi, ingatlah bahwa hanya masa kini yang dapat kita kontrol.


2. Katakan hal positif pada diri sendiri
Katakan pada diri Anda bahwa Anda kuat, Anda mampu. Ucapkan hal tersebut terus-menerus, kapanpun. Terutama, mulailah hari dengan mengatakan hal positif tentang diri sendiri dan hari itu, tidak peduli jika hari itu Anda harus mengambil keputusan sulit ataupun Anda tidak mempercayai apa yang telah Anda katakan pada diri sendiri.


3. Percaya pada kekuatan pikiran positif
Jika Anda berpikir positif, hal-hal positif akan datang dan kesulitan-kesulitan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, jika Anda berpikiran negatif, hal-hal negatif akan menimpa Anda. Hal ini adalah hukum universal, seperti layaknya hukum gravitasi atau pertukaran energi. Tidak akan mudah untuk mengubah pola pikir Anda, namun usahanya sebanding dengan hasil yang bisa Anda petik.


4. Jangan berdiam diri.
Telusuri apa yang membuat Anda berpikiran negatif, perbaiki, dan kembali maju. Jika hal tersebut tidak bisa diperbaiki lagi, berhenti mengeluh dan menyesal karena hal itu hanya akan menghabiskan waktu dan energi Anda, juga membuat Anda merasa tambah buruk. Terimalah apa yang telah terjadi, petik hikmah/pelajaran dari hal tersebut, dan kembali maju.


5. Fokus pada hal-hal positif.
Ketika kita sedang sedang berpikiran negatif, seringkali kita lupa akan apa yang kita miliki dan lebih berfokus pada apa yang tidak kita miliki. Buatlah sebuah jurnal rasa syukur. Tidak masalah waktunya, tiap hari tulislah lima enam hal positif yang terjadi pada hari tersebut. Hal positif itu bisa berupa hal-hal besar ataupun sekadar hal-hal kecil seperti 'hari ini cerah' atau 'makan sore hari ini menakjubkan'. Selama Anda tetap konsisten melakukan kegiatan ini, hal ini mampu mengubah pemikiran negatif Anda menjadi suatu pemikiran positif. Dan ketika Anda mulai merasa berpikiran negatif, baca kembali jurnal tersebut.


6. Bergeraklah
Berolahraga melepaskan endorphin yang mampu membuat perasaaan Anda menjadi lebih baik. Apakah itu sekadar berjalan mengelelingi blok ataupun berlari sepuluh kilometer, aktifitas fisik akan membuat diri kita merasa lebih baik. Ketika Anda merasa down, aktifitas olahraga lima belas menit dapat membuat Anda merasa lebih baik.


7. Hadapi rasa takutmu
Perasaan negatif muncul dari rasa takut, makin takut Anda akan hidup, makin banyak pikiran negatif dalam diri Anda. Jika Anda takut akan sesuatu, lakukan sesuatu itu. Rasa takut adalah bagian dari hidup namun kita memiliki pilihan untuk tidak membiarkan rasa takut menghentikan kita.


8. Coba hal-hal baru
Mencoba hal-hal baru juga dapat meningkatkan rasa percaya diri. Dengan mengatakan ya pada kehidupan Anda membuka lebih banyak kesempatan untuk bertumbuh. Jauhi pikiran 'ya, tapi...'. Pengalaman baru, kecil atau besar, membuat hidup terasa lebih menyenangkan dan berguna.


9. Ubah cara pandang
Ketika sesuatu tidak berjalan dengan baik, cari cara untuk melihat hal tersebut dari sudut pandang yang lebih positif. Dalam setiap tantangan terdapat keuntungan, dalam setiap keuntungan terdapat tantangan.

Sumber : rileks.com

Selasa, 05 Juli 2011

KIAT SEDERHANA MEMECAH KEBUNTUAN PIKIRAN NEGATIF

Sumber : Selasa, 21 Juni 2011 21:20 WIB REPUBLIKA.CO.ID,

Lumrah, ketika anda sedang terpuruk dan jenuh lalu pikiran anda berkutat di hal-hal berbau negatif. Bukan hanya itu, perasaan anda dan sikap anda juga ikut terseret negatif. Mengatasi itu memang tak muda, namun ada satu langkah penting, paksa diri anda keluar dan lakukan hal baru.

Menghindari teman dan keluarga sejenak menurut sejumlah pakar psikologi adalah respon alamiah ketika anda sedang merasa sendu. Namun sikap mengisolasi diri juga kian memperparah efek negatif dalam diri anda.

Melakukan aktivitas di luar kebiasaan, seperti berjalan kaki cepat setiap hari, menelpon teman dan mengopi di luar bersama kolega, cukup jitu untuk menjadi pengalih yang anda butuhkan.

Menurut konselor dan pakar psikoterapi keluarga Inggris, Irene Bard, mengambil alih situasi yang menjebak anda dengan mengubah ritunitas dan perilaku memberi efek pemberdayaan dan tantangan yang bisa mengusir perasaan sedih dan malang. Ketika seseorang berperilaku berbeda, ujarnya, maka orang lain pun akan memberi respon berbeda. Itulah yang akan memecah siklus negatif beserta efeknya.

Satu tip lain yang diberikan Irene, terutama saat seseorang tengah berargumen dengan orang lain, cobalah untuk meletakkan diri pada posisi yang sama, istilah lain berjalan dalam sepatu orang lain untuk memecahkan masalah. Cara itu, menurut dia akan jauh lebih efektif ketmbang memandang orang lain sebagai masalah.

Misal, seandainya anda tak bisa sepakat dengan teman kos anda, tentang masalah sepele, siapa yang membuang sampah, mulailah mengidentifikasi dan membagi masalah. Kesulitan itu kadang bukan karena orang lain malas, bodoh atau pelupa.

Ini semata-mata seni bagaimana bernegosiasi, membuat penjadwalan adil dan memastikan tempat sampah tetap kosong. Menggunakan bahasa-bahasa positif, rendah hati namun penuh keyakinan seperti 'Saya yakin kita bisa atasi ini bersama' dapat menjadi cara jitu menyelesaikan masalah.

Senin, 04 Juli 2011

Mengenal Tipuan Dunia

Sumber : Eramuslim.com Senin, 27/06/2011 13:11 WIB


Siapa tidak kenal Aa Gym? Nama da’i kondang ini sempat mencuat di tahun 2000-an namun seakan hilang dari peredaran. Tapi siapa nyana, dibalik itu semua ada hikmah yang diambil Aa Gym.

Hikmah itu adalah bagaimana ia merasa semakin dekat kepada Allah lewat “sentuhan” yang diberikan Allah kepada dirinya. Aa sadar, dunia telah merenggut kenyamanan hatinya selama ini, ya dunia yang justru pernah membesarkan namanya.

“Kata orang saya terpuruk, malah saya merasa dulu saya terpuruk, dan baru sekarang saya menemukan jalan yang benar,” ujarnya penuh khidmat.

“Kalau seseorang kuat dan bertahan, pasti kekuatan itu datang dari Allah,” tambahnya.

Untuk mengetahui lebih jauh aktifitas Aa Gym saat ini dan kisahnya menemukan perpsektif baru dalam memandang kehidupan, wartawan Eramuslim.com, Muhammad Pizaro, berkesempatan mewawancarai Pimpinan Ponpes Darut Tauhid (DT) itu dalam rute perjalanan menuju Serpong.

Berikut petikan wawancara kami. Selamat membaca.

Apa yang membedakan seorang Abdullah Gymnatsiar yang dulu dengan yang sekarang?

Saya sangat bersyukur Allah Subhana wa ta’ala menolong saya mengenal tipuan duniawi, yang selama ini saya merasa tidak tertipu. Bahwa dakwah tidak hanya cukup berbicara bagus dan dikenal banyak orang, tapi yang lebih penting daripada itu benar-benar dakwah bisa mempertanggungjawabkan sikap, lisan, dan hati di hadapan Allah. Ini yang rasanya baru terbuka di beberapa tahun terakhir.

Secara garis besar, Darut Tauhid mengalami goncangan. Sebenarnya seberapa besar goncangan itu dirasakan Aa?

Sebetulnya ini bukan goncangan, tapi ini adalah sentuhan kasih sayang Allah agar sadar bahwa kesalahan selama ini orientasi kesuksesan dalam ukuran dunia itu tidak benar. Bahwa kesuksesan itu adalah kalau kita bisa semakin mengenal Allah, yakin ke Allah dan bersih tauhid kita.

Nah, dulu masih terbuai seakan-akan banyaknya orang, kesibukan, dan melimpahnya dunia sebagai alat ukur sukses. Tapi ternyata kan kalau tidak sampai hati menjadi bersih dari kemusyrikan terhadap duniawi tidak ada apa-apanya semua itu.

Dulu tidak bisa disangkal bahwa Aa merupakan tokoh sentral di DT. DT tidak bisa dilepaskan dari nama Aa. Bagaimana dengan sekarang?

Dulu orang kalau datang ke DT lebih banyak ingin ketemu Aa, sehingga mau antri dipotret. Sekarang sudah tidak begitu, jama’ah yang datang jauh lebih banyak daripada dulu, tapi datang ke DT lebih suka belajar ilmu tauhid.

Pesantren sekarang juga sudah jauh lebih nyaman dari sebelumnya, karena dulu orientasi dunia membuat banyak kekacauan di dalamnya. Walaupun dulu dari luar kelihatan bagus, tapi jauh didalamnya mesti karena cinta dunia cenderung gontok-gontokkan.

Sekarang karena Insya Allah mencarinya Allah (jadi) nyaman sekali. Saya subhanallah ini Allah Maha Mendengar, luar biasa nyamannya hati ini justru dalam keadaan sekarang. Perusahaan sekarang juga tumbuhnya bagus. Mereka takut kalau dapat order banyak, jadi lebih takut (karena) ini ujian lebih berat.

Takut seperti dulu lagi lupa kepada Allah. Jadi luar biasa, luar biasa berkah adanya sentuhan Allah ini. Kata orang saya terpuruk, malah saya merasa dulu saya terpuruk, dan baru sekarang saya menemukan jalan yang benar.

Apa yang akhirnya bisa membuat Aa dan DT bisa bertahan?

Kan Darut tauhid itu sudah ada sebelum saya ada, itu sudah tertulis di lawhul mahfudz. Cuma saya dan kawan-kawan jadi jalan saja terwujudnya rencana Allah. Mungkin saat awal hatinya masih lurus, tapi saat Allah menguji dengan duniawi mulai melenceng. Lalu sekarang belajar kembali lagi ke Allah, ya itu juga Allah juga, kan karuniaNya datang dari Allah. Kalau seseorang kuat dan bertahan, pasti kekuatan itu datang dari Allah.

Kalau diperhatikan ceramah-ceramah Aa sekarang lebih banyak mendekatkan diri kepada ketauhidan, kalau dulu cenderung ke pop. Tanggapan Aa bagaimana?

Iya benar, bahwa dulu memang kemasannya seperti supaya umat senang, tapi sekarang mudah-mudahan supaya Allah senang.

Dengan adanya moment seperti ini, lalu bagaimana Aa memandang problem umat dulu dan sekarang? Apakah masih tetap sama?

Iya jadi ada perspektif baru, kalau dulu sepertinya (problem) umat itu karena dari berbagai strategi dan duniawi. Tapi kalau sekarang menemukan problem umat terbesar saat ini adalah ketauhidan. Dan maaf ya, kita banyak berjuang, tapi masalah besarnya, yaitu Allah-nya kurang dikenal. Allah-nya baru dalam lisan, jangan-jangan kita mempertuhankan perjuangan, seakan-akan kita yang bisa berbuat banyak, tapi kepada Allah yang menguasai langit dan bumi hanya selewat. Bahaya jika kita tidak mengenal Allah.

Seolah-olah aktivis Islam hanya belajar Islam, tapi tidak belajar untuk dekat kepada Allah?

Ya, kita sebagai aktivis sering sekali sibuk dengan Islam-nya, tapi tidak sibuk dengan Allah-nya. Kita belajar Islam tapi belum tentu belajar serius untuk dekat dengan Allah. Karena ada kalanya ilmu yang kita pelajari justru untuk kepentingan duniawi kita. Ingin nama, ingin besarnya organisasi, malah ada yang lebih mencintai organisasinya daripada mencintai Allah, mencintai kelompoknya daripada mencintai Allah. Kita mencari dalil yang sohih tapi kadang akhlak kita tidak sohih. Itu yang harus kita tafakuri pada diri kita.

Jadi marifatullah itu sangat penting bagi aktivis Islam saat ini?

Marifatullah atau mengenal Allah itu adalah fondasinya, karena bagaimana bisa syahadat dengan benar kalau kita tidak kenal Allah. Walau lisan kita bersyahadat tapi tidak kenal Allah, pasti tenaga untuk syahadatnya kurang. Pasti ada tuhan yang lain nanti di hatinya. Mungkin menuhankan harta, kedudukan, atau mempertuhankan dirinya sendiri. Ingin dikagumi dan sebagainya.

Bagaimana bisa shalat khusyu kalau tidak kenal Allah sedangkan orang yang khusyu itu kan kalau sudah kenal Allah khusyu-nya akan lebih mudah karena dia merasa diperhatikan, didengar dan dipersaksikan. Jadi fondasi dari segalanya adalah marifatullah.

Aa sering berbicara tentang Tauhid, sebenarnya bagaimana pandangan Aa terhadap Tauhid?

Iya tauhid itu laillaha ilallah. Semakin bersih hati dari menuhankan siapapun selain Allah semakin bagus tauhidnya. Dia akan makin bahagia, makin tenang, makin gigih dalam berjuang, makin istiqomah, makin berubah ahklaknya menjadi lebih baik. Karena akhlak itu akan jadi baik berbanding dengan tingkat keyakinan.

Kalau yakin Allah Maha Mendengar, insya Allah dia terjaga kata-katanya. Makin tahu Allah mengetahui isi hati, dia tidak berani bersuudzhan kepada orang beriman. Makin yakin Allah yang membagikan rezeki, makin tidak gentar menghadapi hidup ini. Makin yakin Allah mengetahui segala rahasia, dia tidak berani bermaksiat secara sembunyi-sembunyi. Pokoknya yakin kepada Allah, akhlak berubah menjadi semakin lebih baik.

Masalah kita, waktu untuk belajar tentang Allah ini sepertinya bukan menjadi hal yang prioritas. Padahal Al Qur’an sendiri, kata Imam Ibnu Taimiyyah, lebih banyak menyebut tentang Allah daripada tentang apapun. Ayat yang paling mulia yaitu Ayat Kursi (berbicara) tentang Allah. Surat yang paling utama, surat Al Fatihah tentang Allah. Sepertiga Al Qur’an yakni surat Al Ikhlas itu juga tentang Allah. Tapi waktu kita untuk belajar tentang Allah sangat tidak sebanding dengan kesibukan kita.

Jadi ini masalahnya, kita sering tidak serius dengan fondasi yang kita bangun, yakni ilmu mengenal Allah, tentang yakin kepada Allah, tentang patuh kepada Allah.

Apa pesan Aa untuk pembaca Eramuslim?

Seriuslah di hati terdalam secara jujur ingin mencintai Allah, tidak usah digembar-gemborkan. Kemudian berusahalah sekuat tenaga mencari ilmu dari orang yang yakin kepada Allah. Supaya kita ketularan yakin kepada Allah, berkumpullah kepada orang-orang yang yakin kepada Allah dan bermujahadahlah untuk bisa yakin dan patuh kepada Allah.

Allah nanti mengatur semuanya. Allah menuntun kita ditempatkan di tempat yang paling pas dalam perjuangan ini, tapi semuanya diatur Allah yang Maha Tahu apa yang paling tepat untuk kita semua.

Walladzina jaahadu fii na lanahdiyannahum subulana. Dan orang-orang yang bersungguh-sungguh di jalan Allah, pasti Allah menunjukkan jalan-jalannya. Terimakasih ya mohon doa. (pz)

Sabtu, 02 Juli 2011

Mengatasi Proses Kesedihan

Sumber dari penderitaan manusia adalah kehilangan. Kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dan kehilangan harapan. Setiap orang yang hidup dalam perkawinan, haruslah mempersiapkan diri, pada suatu hari akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena kematian atau perceraian. Tidak ada orang yang pernah menginginkan kehilangan orang yang dicintai, apa lagi orang itu adalah pasangan hidupnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga karena kehilangan karena kematian atau perceraian merupakan pengalaman paling menghancurkan dan meremukkan hati yang paling dalam. Pola kehidupan berubah secara drastis dan mendadak, atau secara tiba-tiba yang membuat hidup terguncang hebat. kehilangan orang yang dicintai menimbulkan rasa sakit dan kesedihan.

Perasaan sedih menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, Dihadapan siapapun yang ia jumpai menangis dan lupa merawat diri karena terlalu banyak menangis dan tak terurus. Ada juga yang sampai jatuh pingsan atau kemarahan. Begitu banyak kenangan yang indah dan juga kenangan pahit. kenangan tidak selalu sesuatu yang buruk, banyak sekali kenangan yang manis terpatri dalam hati orang yang ditinggalkannya. Sekalipun kenangan manis itu menimbulkan perasaan luka yang dalam, justru kenangan itu sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan, karena akrab dengan kenyataan yang terjadi merupakan sesuatu yang penting. Tanpa mengenal dengan apa yang telah terjadi pada masa lalu bagaimana anda dapat mengenal diri anda sendiri? Bagaimana mungkin anda memperbaiki kekurangan dan memanfaatkan kelebihan yang ada pada diri anda jika anda tidak mengetahui sejauh mana kekurangan dan kelebihan anda? Maka dari itu anda tidak perlu khawatir jika kenangan apapun tetap membuat anda teringat.

Berikutnya, mengingat masa lalu, melihat kebelakang, menyentuh kenangan masa silam, mungkin membuat anda terluka, marah, kecewa, dendam, terharu bangga, penuh kerinduan, tenteram dan penuh cinta serta kasih sayang kemudian anda sedih karena kenyataaan sekarang sudah berbeda. Masih banyak perasaan lain yang membayangi seseorang setiap mengingat peristiwa masa lalu. Semua itu sama sekali bukanlah sesuatu yang salah. Dalam ingatan seseorang selalu tersimpan semua memori atau kenangan mengenai peristiwa yang dialaminya. Tersimpan kesan kenyataan dan berbagai jenis perasaan. Apabila digunakan sebagai kekuatan untuk menatap masa dengan yang lebih baik maka kenangan itu sangat bermanfaat dan yang paling penting, datang dan mendekatkan diri kepada Allah. Curhatlah kepadaNya, Tumpahkan segala isi hati anda dengan mengurai perasaan duka, kecewa, luka perih dihati, ketidakberdayaan, kesedihan, kekecewaan dan harapan. perasaan anda menjadi ringan, tenteram dan tenang karena hanya Allahlah yang mampu mengubah hidup anda yang pahit menjadi manis, penderitaan menjadi kebahagiaan.

"Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadaMu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun' . (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."(QS. al-Baqarah : 155-157).

Mengatasi Proses Kesedihan

Sumber dari penderitaan manusia adalah kehilangan. Kehilangan harta, kehilangan orang yang dicintai dan kehilangan harapan. Setiap orang yang hidup dalam perkawinan, haruslah mempersiapkan diri, pada suatu hari akan meninggalkan atau ditinggalkan oleh pasangan hidupnya karena kematian atau perceraian. Tidak ada orang yang pernah menginginkan kehilangan orang yang dicintai, apa lagi orang itu adalah pasangan hidupnya dalam mengarungi bahtera rumah tangga karena kehilangan karena kematian atau perceraian merupakan pengalaman paling menghancurkan dan meremukkan hati yang paling dalam. Pola kehidupan berubah secara drastis dan mendadak, atau secara tiba-tiba yang membuat hidup terguncang hebat. kehilangan orang yang dicintai menimbulkan rasa sakit dan kesedihan.

Perasaan sedih menyebabkan seseorang menjadi lupa diri, Dihadapan siapapun yang ia jumpai menangis dan lupa merawat diri karena terlalu banyak menangis dan tak terurus. Ada juga yang sampai jatuh pingsan atau kemarahan. Begitu banyak kenangan yang indah dan juga kenangan pahit. kenangan tidak selalu sesuatu yang buruk, banyak sekali kenangan yang manis terpatri dalam hati orang yang ditinggalkannya. Sekalipun kenangan manis itu menimbulkan perasaan luka yang dalam, justru kenangan itu sangat bermanfaat dalam proses penyembuhan, karena akrab dengan kenyataan yang terjadi merupakan sesuatu yang penting. Tanpa mengenal dengan apa yang telah terjadi pada masa lalu bagaimana anda dapat mengenal diri anda sendiri? Bagaimana mungkin anda memperbaiki kekurangan dan memanfaatkan kelebihan yang ada pada diri anda jika anda tidak mengetahui sejauh mana kekurangan dan kelebihan anda? Maka dari itu anda tidak perlu khawatir jika kenangan apapun tetap membuat anda teringat.

Berikutnya, mengingat masa lalu, melihat kebelakang, menyentuh kenangan masa silam, mungkin membuat anda terluka, marah, kecewa, dendam, terharu bangga, penuh kerinduan, tenteram dan penuh cinta serta kasih sayang kemudian anda sedih karena kenyataaan sekarang sudah berbeda. Masih banyak perasaan lain yang membayangi seseorang setiap mengingat peristiwa masa lalu. Semua itu sama sekali bukanlah sesuatu yang salah. Dalam ingatan seseorang selalu tersimpan semua memori atau kenangan mengenai peristiwa yang dialaminya. Tersimpan kesan kenyataan dan berbagai jenis perasaan. Apabila digunakan sebagai kekuatan untuk menatap masa dengan yang lebih baik maka kenangan itu sangat bermanfaat dan yang paling penting, datang dan mendekatkan diri kepada Allah. Curhatlah kepadaNya, Tumpahkan segala isi hati anda dengan mengurai perasaan duka, kecewa, luka perih dihati, ketidakberdayaan, kesedihan, kekecewaan dan harapan. perasaan anda menjadi ringan, tenteram dan tenang karena hanya Allahlah yang mampu mengubah hidup anda yang pahit menjadi manis, penderitaan menjadi kebahagiaan.

"Dan sungguh akan Kami beri cobaan kepadaMu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah mereka mengucapkan 'Inna lillaahi wa innaa ilaihi raajiuun' . (Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadaNya kami kembali). Mereka itulah yang mendapatkan keberkahan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan petunjuk."(QS. al-Baqarah : 155-157).

Jumat, 01 Juli 2011

Semakin Banyaknya Generasi Madesu

Hari ini (Kamis, 30/06/2011) diumumkan hasil SMPTN (Seleksi Masuk Perguruan Tinggi Negeri). Hampir 550.000 yang ikut SMPTN. Mungkin yang diterima tidak banyak. Karena sebelumnya pihak perguruan tinggi berdasarkan peraturan pemerintah tahun 2011, sudah lebih 60 persen siswa SMU yang mendapat undangan masuk perguruan tinggi negeri. Sisanya berebut di SMPTN.

Mereka yang tidak diterima di perguruan tinggi negeri akan memilih masuk swasta. Mereka akan berusaha masuk ke swasta. Dengan pertimbangan ingin mendapatkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi. Memang sangat tidak mungkin perguruan tinggi negeri menampung seluruh lulusan SMU setiap tahun. Karena jumlah bangku yang tersedia sangat terbatas. Lalu mereka yang tidak masuk perguruan tinggi negeri dan swasta akan menganggur. Setiap tahun jumlah mereka yang menganggur samakin bertambah.

Persoalan berikutnya bagi mereka yang diterima di perguruan tinggi negeri dan swasta harus mengeluarkan uang masuk tidak sedikit. Puluhan juta. Sebuah perguruan tinggi negeri di Bandung yang menjadi pavorit uang masuknya Rp 50 juta rupiah. Masih harus membayar lagi uang semester jutaan rupiah. Masih ditambah uang aktivitas perkuliahan di kampus yang jutaan rupiah.

Perguruan tinggi negeri juga membuka kuliah internasional berbagai fakultas. Dengan uang kuliah yang mahal. Tidak dapat dibayangkan lagi. Terutama kalangan "middle" yang gaji orang tuanya pas-pasan. Semuanya menggambarkan perguruan tinggi yang menjadi tempat mencari ilmu, dan sebagai lembaga pendidikan, sekarang statusnya berubah menjadi industri. Pendidikan menjadi sebuah industri. Perguruan tinggi bukan tempat mendidik dan mencari ilmu, tetapi sudah menjadi sebuah industri, yang tidak semua bisa orang masuk ke dalamnya.

Bukan hanya perguruan tinggi negeri yang biayanya mahal. Sekolah menengah (SMU) sekarang ikut mahal. Terutama sekolah-sekolah yang menggunakan standar RSBI (Rintisan Sekolah Bertarap Internasional), sekolah yang di favoritkan menjadi sangat mahal. Untuk masuk sekolah yang sudah menggunakan RSBI bisa puluhan juta. Dengan standar RSBI itu peluang siswa bisa masuk ke sekolah yang dianggap favorit dengan mutu sekolah yang baik menjadi sangat sulit.

Akhirnya yang berhak mendapatkan pendidikan sampai ke perguruan tinggi dan sekolah menengah yang memiliki standar kualitas yang baik menjadi sangat terbatas. Perguruan tinggi dan sekolah menengah favorit itu, hanya bisa dimasuki mereka yang memiliki "uang", dan mereka yang "pandai", tetapi tidak mungkin lagi dapat dimasuki kalangan "midlle" (menengah), yang tidak memiliki cukup uang. Karena pendidikan sudah menjadi industri.

Dalam sistem kapitalis lembaga pendidikan menjadi sebuah industri. Lembaga pendidikan menjadi mesin pencetak uang. Para pengelola pendidikan menjadikan lembaganya menjadi mesin pencetak uang. Para pengola pendidikan akan bekerjasama dengan para pemilik modal. Kemudian para pemilik modal mendapatkan keuntungan yang berlipat dari industri pendidikan itu.

Bagi mereka yang sempat mendapatkan pendidikan di perguruan tinggi, hanya mempunyai tujuan yang pragmatis. Selesai kuliah dengan IPK (Indeks Prestasi Kuliah) yang tinggi, dan kemudian memasuki lapangan kerja. Masuk ke dalam perusahaan asing dan swasta yang dapat memberikan gaji kepada mereka. Tidak ada yang lain.

Tetapi itu tidak mudah. Setiap tahun perguruan tinggi mengeluarkan lulusan mereka yang jumlahnya mencapai jutaan di seluruh Indonesia. Mereka semua mengantri ingin masuk ke dunia lapangan kerja. Sehingga terjadi persaingan yang luar biasa di perusahaan-perusahan yang ada.

Dengan kondisi seperti itu, perusahaan dapat memberlakukan mereka dengan gaji yang minimal. Seorang yang lulus di sebuah perguruan tinggi negeri terbaik dari fakultas yang favorit, ketika menjadi pegawai di sebuah perusahaan swasta hanya digaji Rp 2 juta rupiah sebulan. Sangat ironis.

Setiap tahun angkatan kerja dari lulusan perguruan tinggi semakin banyak. Pemerintah tidak mampu menampung mereka. Suatu saat akan terjadi ledakan pengangguran yang dahsyat. Pengangguran orang-orang yang terdidik.

Mereka tidak dapat berbuat banyak. Karena pemerintah tidak mampu menyediakan lapangan kerja. Dengan pertumbuhan ekonomi yang sekarang ini berkisar hanya sekitar 6 persen, tidak akan mampu pemerintah menyerap lulusan perguruan tinggi.

APBN tahun 2011 mencapai lebih dari Rp 1.000 triliun. Tetapi, lebih dari 80 persen hanya untuk rutin (gaji pegawai negeri sipil dan militer). Birokrasi semakin bengkak. Daerah-daerah terus melakukan pemekaran. Kabupaten dan kota terus tumbuh, seperti jamur di musim hujan. Semuanya menyedot APBN. Masih harus ditambah biaya pemilu dan pilkada, yang mengambil anggaran puluhan triliun. Beban APBN Indonesia hanya digerogoti oleh birokrasil yang korup dan tidak produktif. Mereka yang menjadi benalu negara, sampai sekarang terus membengkak. Sehingga, pendidikan menjadi tidak lagi penting dan di biarkan.

Karena itu, sekarang yang ada hanya pengangguran, meskipun biaya pendidikan sudah dinaikkan, dan sekarang menjadi Rp 63 triliun, tetapi itu hanya untuk menopang birokrasi pendidikan, seperti gaji guru, dosen, dan biaya sekolah ke luar negeri. Bukan biaya pedidikan.

Pendidikan menjadi sangat elitis. Sangat sedikit mereka yang mendapatkan pendidikan yang memadai. Sampai ke perguruan tinggi. Karena kalangan yang ekonominya "middle" yang menjadi rata-rata rakyat Indonesia mereka akan tersisih. Mereka akan menjadi permanen dengna kondisi yang mereka hadapi. Karena adanya sistem yang telah membelenggu mereka.

Anaknya tukang bubur ayam, tukang lontong sayur, tukang somay, tukang kuli bangunan, tukang ojek, dan pedagang asongan jangan berharap berubah nasib mereka. Karena sudah dibelenggu sistem. Mereka yang miskin dan lemah secara ekonomi tidak akan pernah mengalami perubahan apapun. Padahal mereka sebagai warga negara mempunyai hak mendapatkan pendidikan yang sama. Tetapi semuanya hanya ilusi.

Dalam sistem kapitalis orang-orang miskin di perkotaan akan semakin tersisih. Tanpa mereka melakukan perjuangan dengan gerakan yang menolak sistem itu, mereka tidak akan pernah berubah. Mereka akan permanen dalam kondisi yang miskin dan tersisih selamanya. Tidak mungkin kaum pemilik modal akan mengulurkan tangan membantu mereka.

Pemerintah yang sudah dikuasai oleh partai-partai politik, dan partai-partai politik mengabdi kepada para pemilik modal, yang akan membantu mereka beraktivitas poliltik, seperti pemilu, dan mengelola negara, dan pasti mereka akan menjadi bagian dari kekuatan dan kepentingan kapitalisme itu.

Partai-partai politik akan membuat aturan dan undang-undang yang akan memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi kaum pemilik modal, yang akhirnya mereka akan menguasai negara secara diam-diam.

Sementara, anak-anak muda yang terdidik, yang lulus dari perguruan tinggi, hanya menjadi alat produksi dengan gajinya yang sangat sedikit. Tidak mungkin mereka akan mendapatkan hak mereka. Kaum kapitalis sudah menguasai partai-partai politik dan pusat kekuasaan, sehingga mereka leluasa bertindak apapun.

Indonesia sudah ikut dalam perjanjian "free trade area" (kawasan perdagangan bebas) di kawasan negara-negara Asia. Dampaknya akan terjadi mobilitas antar negara yang luar biasa. Lalu lintas manusia dan barang akan berlangsung bebas di seluruh kawasan Asia. Tidak ada lagi "barrier"(hambatan), dan semuanya akan terjadi dalam waktu dekat ini.

Kita sebentar lagi akan melihat di sepanjang Jalan Thamrin dan Sudirman, di mana gedung-gedung pencakar, bukan lagi orang Indonesia yag mengisi kantor itu. Tetapi orang asing. Karena sudah begitu hukumnya.

Rakyat Indonesia, generasi mudanya hanya tinggal duduk-duduk, dan dengan masa depan yang suram (madesu), karena pemerintah tidak mjembantu mereka dengan pendidikan yang baik, dan hanya melindungi para birokrat yang busuk dan korup. Uang APBN hanya habis untuk menggaji mereka.

Pendidikan dikuasai anak-anak para "ambtenar" (para pejabat, orang kaya, dan pemilik modal), sementara rakyat yang biasa, tidak mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka tidak lagi dapat bersaing "kompetitif" menghadapi persaingan global. Akhirnya Indonesia hanya akan menjadi bangsa "pariah". Wallahu'alam.

Sumber : eramuslim.com