Selasa, 22 Februari 2011

TAKDIR

Dalam suatu pelatihan yang saya ikuti pada tanggal 18 - 20 Pebruari 2011 di Ruang Serbaguna Senayan Jakarta yang bernama UMAT TERBAIK HIDUP BERKAH, salah satu sesinya membahas mengenai TAKDIR.

Kita sering mendengar sejumlah pertanyaan dalam diri seseorang, baik yang mempertanyakan kondisi fisik maupun keadaan hidupnya. Ada orang yang bertanya, mengapa ia hanya memiliki satu tangan, padahal ia dilahirkan dari Ibu yang mempunyai dua tangan yang lengkap.

Ada pula pertanyaan, mengapa ia hidup miskin, sedangkan teman-temannya kaya bergelimang harta, juga mempertanyakan mengapa wajahnya buruk, sementara banyak orang berwajah ganteng dan cantik. Ada juga pertanyaan, mengapa dirinya beragama Islam sedangkan tetangganya non-Muslim.

Apakah keadaan itu sudah suratan takdir? Apakah ia berasal dari kehendak Allah SWT semata ataukah berasal dari kehendak kita sendiri ?Atau dipengaruhi oleh kedua-duanya?

Dalam rangka penciptaan dan pengaturan alam dan isinya. Allah SWT menetapkan segala sesuatu yang pernah dan akan ada atau terjadi berdasaran ilmu dan kehendak-Nya. Jika ada manusia yang memiliki satu tangan misalnya, itu merupakan takdir atau ketetapan Allah atas diri orang itu.

Begitu juga dengan adanya orang miskin dan kaya, orang jelek dan orang ganteng atau ada yang muslim dan non muslim. Semuanya merupakan ketetapan Allah yang diberikan kepada siapapun yang Dia kehendaki. Inilah makna takdir. Hanya saja, khusus buat manusia, Allah SWT memberikan sebagian hak-Nya kepada manusia untuk menentukan pilihannya.

Artinya, apa yan terjadi pada diri kita, baik atau buruk, menyenangkan atau menyedihkan, ada peran kita di dalamnya, meskipun peran itu hanya dalam porsi kecil. Kita hanya berperan kecil karena awal dan akhir setiap hal yang terjadi di dunia ini tetap berada dalam kekuasaan Allah SWT.

Di sisi lain, Allah tak membiarkan begitu saja manusia mencari pilihan-pilihannya. Melalui para Rasul, Allah memberi manusia petunjuk jalan yang bisa ditempuh selama di dunia. Bukan hanya itu, Allah juga menjelaskan segala konsekuensi dari setiap jalan yang ada dan ditempuh manusia.

Hal ini bermakna, Allah memberi tahu manusia jalan-jalan yang bisa ditempuh dan segala akibat dari pilihannya, silahkan manusia menentukan pilihannya dan manusia akan menerima akibat dari setiap pilihannya.

Konsep takdir terbagi menjadi tiga :
Pertama, takdir seseorang ditentukan mutlak oleh manusia. Menurut konsep ini, peran Allah dalam menentukan takdir dikesampingkan.
"Apa saja nikmat yang kalian peroleh adalah dari sisi Allah SWT. Dan apa saja bencana yang menimpa kalian, maka merupakan akibat kesalahan diri kalian." (An-Nisa [4] : 79).
"Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sehingga kaum tersebut mengubah dirinya" (QS. Ar-Rad [13] : 11).

Kedua, takdir seseorang ditentukan mutlak oleh Allah SWT. Menurut konsep ini, peran manusia yang dikesampingkan.
Dalil yang menyebutan adanya kekuasaan mutlak diantaranya, "Padahal Allah-lah yang menciptakan kalian dan apa yang kalian perbuat". (QS. As-Shaffat [37] : 96).
atau
"Dan engkau tidak mampu menempuh jalan itu, kecuali jika dikehendaki Allah SWT. Sesungguhnya Allah adalah zat yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS. Al Ihsan [76] : 30).

Ketiga, Peran Allah dan manusia sama-sama menentukan takdirnya.

Pemahaman yang benar tentang takdir sangat berhubungan dengan persepsi dan sikap kita terhadap hidup dan kehidupan. Bila salah memahami takdir, boleh jadi kita akan terjerembab pada sikap apatis.

Kita menggantungkan keadaan pada ketentuan takdir tanpa sedikitpun ada upaya untuk mengusahakan segala hal yang menjadi keperluan kita. Selain itu, kita juga bisa terperosok pada kekafiran saat kita meyakini bahwa Allah tidak memiliki peran dalam segala hal yang terjadi pada kita.

Sebaliknya, bila memahami takdir dengan benar dan memosisikannya pada tempat yang benar, kita akan memiliki sikap positif terhadap hidup dan kehidupan ini. Kita akan menjadi orang yang bekerja keras, pantang menyerah dan rendah hati. Kita yakin bahwa diri kitalah yang menentukan baik buruknya takdir kita.

Akan tetapi pada saat yang sama, kita memahami bahwa kekuasaan manusia dalam menentukan takdir dibatasi kekuasaan Allah. Oleh karena itu, dalam setiap usaha kita selalu mengupayakan agar tak bertentangan dengan ketentuan Allah dan selalu berdoa agar Allah memberikan yang terbaik.

Selasa, 15 Februari 2011

Ya Rabb

Ya Rabb, Engkau Maha Besar, kekuasaan-Mu pasti lebih besar daripada masalah hamba.
Engkau Maha Besar, ampunan dan rahmat-Mu pasti lebih besar daripada dosa hamba.
Dan Engkau Maha Besar, karena kebesaran-Mu maka tak layak bagi hamba untuk berputus asa.

Ya Rabb, Engkau Mahatahu
Hamba yang berbuat dosa, selayaknya memang hamba yang menanggung segala akibatnya.
Tapi, hamba juga tahu, bahwa samudera ampunan-Mu begitu luas,
sehingga mampu membebaskan hamba dari segala akibat.
Lantaran inilah harapan hamba muncul, maka jangan Engkau pupuskan harapan hamba ya Rabb.

Ya Rabb, di tengah lautan permasalahan hidupan yang hamba hadapi,
baik yang hamba buat sendiri ataupun yang muncul akibat kebodohan dan kelalaian hamba.
Hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak akan menutup mata terhadap kesalahan-kesalahan hamba, dan segera membentangkan lindungan dan pertolongan-Mu di atas kehidupan hamba.

Ya Rabb, di tengah keterbatasan hamba menutupi kesalahan-kesalahan hamba dan berjuang untuk hidup dan kehidupan, hamba tidak pernah ingin berhenti berharap, bahwa Engkau tidak pernah akan lari dari kehidupan hamba, betapapun hamba adanya.

Semoga harapan-harapan hamba ini tidak menjadi harapan kosong di mata-Mu, Engkaulah ujung segala harapan. Engkau bukan manusia yang punya kesabaran terbatas, karena Engkau adalah Tuhan Semesta yang tidak pernah mempunyai batas.

Wahai Zat yang telah menciptakan kami, selama ini Engkau melihat kami hanya menjadi manusia pengeluh yang lupa akan keindahan nikmat-Mu.
Wahai Zat yang telah menciptakan kami, selama ini pula mata hati kami tertutup dari melihat kasih dan sayang-Mu, hanya lantaran kehidupan kami yang selalu dirasa kurang.
Hidupkanlah kami dengan hati yang merasa cukup dengan pemberian-Mu, dan hidupkanlah kami dengan hati yang lapang ketika menerima ujian, atau bahkan azab sekalipun.

Wahai Zat yang begitu bijaksana, kami yakin tidak ada rencana-Mu yang berakhir dengan keburukan, tidak ada juga kehendak-Mu yang bersifat membinasakan.
Perbuatan dan langkah sesat kamilah yang memaksa Engkau mewujudkan kehidupan yang buruk bagi kami.
Dan boleh jadi juga Engkau kecewa, lantaran maksiat dan dosa kami membuat Engkau menjadi terhalang untuk mengulurkan kasih dan sayang-Mu yang Mahasempurna. Duh Gusti Allah, kami memohon kebaikan dan ampunan-Mu.

Sabtu, 12 Februari 2011

GAYA HIDUP

Kepribadian dan cara pandang seseorang sangat mempengaruhinya dalam berekspresi dan menghadapi kehidupan. Latar belakang, pendidikan, bimbingan keluarga serta lingkungan pergaulan juga ikut mempengaruhi aktualisasi diri. Aktualisasi diri tercermin dalam gaya hidup seseorang, yang berbeda satu dengan lainnya.

Aktualisasi diri memiliki beberapa motif antara lain : ingin dikenal, dihargai, ingin sama atau berbeda dengan yang lain, sebagai bukti solidaritas, dipuji dan lain-lain, sehingga aktualisasi sering kali berbeda dengan jati diri yang sesungguhnya. Malah kadang dipaksa serta menyengsarakan diri sendiri. Aktualisasi diri yang berlebihan, akhirnya akan sangat mengganggu kestabilan eknomi keluarga.

Sebenarnya orang lain akan tetap menghormati dan menghargai kita tanpa embel-embel apapun. Orang lain akan lebih menghargai seseorang karena pemikiran, perkataan dan tindakan orang tersebut. Percuma saja, orang mengendarai mobil mewah namun ugal-ugalan di jalan dan membuang tissue sembarangan. Pasti yang menyaksikan mobil tersebut sempat berpikir, yang naik mobil itu orang gila atau orang utan? Percuma saja, seorang wanita berpenampilan anggun dan berbusana mewah, cantik pula, tetapi saat berbicara hanya gosip dan menyakitkan hati orang lain.

Untuk mendapat penghargaan dari orang lain, sebebarnya kita cukup berperilaku sebagaimana manusia yang santun, beretaika serta menghargai dan menghormati orang lain. Tidak perlu kita menutupi kekurangan dengan segala perhiasan. Orang akan tahu kualitas diri dari apa yang kita keluarkan, berupa kerpataan dan tindakan. Kita cukup berpakaian rapi dan pantas, bergaul dengan baik serta mematuhi norma yang berlaku. Tingkatkan kemampuan diri secara terus-menerus dengan belajar dan membaca. Orang lain pasti akan tahu kualitas diri kita sebenarnya.

PENYAKIT HATI

Saya sering mendengar tentang para pengidap "penyakit hati". Tidak peduli di kawasan elit atau kumuh, mulai dari komplek perumahan sampai rumah petak kontrakan. "Penyakit hati" tidak lain dan tidak bukan adalah penyakit iri hati, gengsi serta tidak mau kalah dari orang lain. Rasa ingin menonjolkan diri dan memamerkan kemampuan masih sangat kental di antara kita. Padahal kemampuan itu biasanya semu karena tidak memakai kemampuan sendiri melainkan hanya memaksakan diri dengan segala cara.

Penyakit ini sebenarnya dapat dikategorikan sebagai wabah, karena begitu subur tumbuh walau sedang musim kemarau. Sayang, tidak pernah disebut oleh Pemerintah sebagai Epidemic - penyakit berbahaya nasional seperti flu burung. Sesungguhnya, penyakit ini sangat manusiawi dan sehat untuk memacu kita bekerja lebih bersemangat serta pantang lelah. Tapi syaratnya, jangan sampai keinginan yang timbul akibat penyakit ini kita penuhi.

Kekayaan sebenarnya bukan untuk ditunjukkan dalam bentuk harta benda seperti mobil, televisi, motor, kulkas dan alat-alat rumah tangga yang lain. Kekayaan semacam itu sudah ketinggalan zaman, karena nilai barang-barang akan terus menyusut hanya dalam tempo singkat.

Sekarang sudah banyak orang kampung yang sukses dan kaya, namun tidak kampungan. Jadi jangan sampai kita sebaliknya, orang kota yang kampungan dengan memamerkan seluruh kekayaan. Kini, kekayaan yang lebh berharga adalah dalam bentuk investasi: logam mulia, deposito, saham, reksa dana, polis asuransi, tanah, properti, SPBU, rumah makan dan lain sebagainya. Nilai mereka terus merambat naik seiring dengan waktu.

Jumat, 21 Januari 2011

Kewajiba Muslim atas Muslim yang lain

Hadis yang diriwayatkan Bukhari, menyebutkan hak seorang Muslim atas Muslim lainnya ada enam, yaitu :

  1. jika bertemu sampaikan salam,
  2. jika diundang penuhi undangan itu,
  3. saat dimintai nasihat berilah nasihat,
  4. ketika seorang Muslim bersin dengan mengucapkan alhamdulillah, jawablah dengan yarhamukallah.
  5. Jika ada yang sakit, jenguklah
  6. Jika meninggal dunia, antarkanlah ke kubur.

Kamis, 20 Januari 2011

SAKITKU IBADAHKU

Tidak selamanya hidup kita berjalan lempeng, pada suatu sat, disela-sela kebahagiaan akan hadir musibah yang berwujud sakit.

Seperti ketetapan lain, ada beragam makna dibalik musibah yang mendera diri kita. Ada kesempatan bagi setiap orang untuk memahami sebagai apa musibah itu datang. Mungkin saja musibah itu sebagai ampunan.

Seorang Musli tak jarang bertanya, mengapa dia dihantam hal tak menyenangkan itu meski selama ini tekun menunaikan ibadah dengan segenap hatinya. Namun, Allah SWT berkata lain. Ia menurunkan musibah sebagai cara menghapus segala dosa dan kesalahan Muslim itu.

Sebaliknya, musibah itu merupakan balasan atas dosa yang diperbuat seorang Muslim atau umat. Misalnya, karena berlaku maksiat dan berbuat kejahatan dengan merampas hak-hak orang lain. Maka, setiap diri mesti berintrospeksi atas apa yang dihadapinya sehingga menuntunnya menata diri lebih baik.

Di dalam keadaan sakitpun, salah satu bentuk musibah, ada kesempatan terhampar untuk melakukan penyadaran diri dan juga tentunya mendekatkan diri kepada Allah. Ada pilihan sikap atas keadaan yang ada. Apalagi ada beberapa kemungkinan muncul terkait sakit ini.

Apapun yang bakal dihadapi pada akhirnya, seorang yang sakit dapat mendulang pahala selama sakitnya itu jika dia tetap mendekatkan diri kepada Allah. Ia berdoa, berserah diri dan menjalankan ibadah lainnya. Shalat, misalnya, dapat tetap dijalankan oleh seorang yang sakit walaupun tak dilakukan seperti orang yang sehat, yaitu dengan berdiri.

Shalat dapat terlaksana dengan duduk sambil bersandar ataupun berbaring. Bahkan dalam keadaan bagaimanapun shalat semestinya tetap dilakanakan karena merupakan tiang agama dan penghubung antara Allah dan hamba-Nya serta dzikir terus digumamkan sehingga dalam keadaan sakit pun bernilai ibadah.


Rabu, 12 Januari 2011

Perbaiki Diri

BERFIKIRLAH HANYA YANG BAIK-BAIK.
Otak kita, kepala kita memproduksi dua pikiran : satu pikiran positif; dua, pikiran negatif. Jauhi pikiran negatif dan kedepankan pikiran-pikiran positif.
Kecemasan, kegalauan, gundah gulana, kekhawatiran, adalah sebagian dari permainan pikiran negatif. Kalau ini yang kita produksi dan kita adopsi, maka kehidupan kita akan lemas tak bertenaga. Tapi kalau pikiran-pikiran positif yang kita majukan, maka kehidupan kita akan jauh lebih tegar. Buang segala kecemasan, buang segala ketakutan, buang segala kekhawatiran, buang segala bayangan-bayangan buruk yang sebenarnya belum tentu terjadi. Buang. Serahkan saja kepada Sang Maha. Yang penting yang kita lakukan adalah ikhtiar memperbaiki diri, memakai baju baru - meninggalkan baju lama; kebohongan, dusta, maksiat, tidak jujur - dan berdoa. Kelak, urusan kita akan menjadi urusan Allah.

PERCAYA AKAN KEBESARAN ALLAH.
Satu hal yang harus diyakini adalah bahwa kemampuan Allah bukan kemampuan kita, kekuasaan Allah bukan kekuasaan kita. Segala sesuatu yang bersumber dari kita serba terbatas. Tapi segala sesuatu yang bersumber dari Allah, tidak pernah terbatas dan tidak pernah bertepi. Saatnya kita bilang, penyakit kita lebih kecil dari kuasa-Nya. Persoalan kita, persoalan usaha kita, persoalan pekerjaan kita, adalah bukan persoalan di hadapan kebesaran-Nya. Hutang kita yang menumpuk sebesar gunung, jauh lebih kecil ketimbang kebesaran-Nya. Dosa kita dibandingkan dengan ampunan dan rahmat-Nya masih jauh lebih besar ketimbang ampunan dan rahmat-Nya ketimbang dosa kita. Di saat memang kita berpikir bahwa kita lemah, berpikirlah tentang kekuatan Tuhan. Supaya tidak bertambah-tambah lemah keadaan kita.

TEMUKAN KELEBIHAN KITA DAN HIDARI FOKUS KEPADA KEKURANGAN.
Hal ini akan mampu membuat kita merasa lebih berharga dan lebih punya nilai. Seorang yang fokus pada jerawatnya, maka ia tidak akan bisa melihat keindahan mata, keindahan muka, sehingga boleh jadi ia hanya akan menjadi menutup diri dan enggan bergaul ke luar.

JANGAN LARUT TERLALU LAMA DALAM KESEDIHAN DAN DUKA.
Segera pindahkan fokus pikiran dan energi gerak kepada keindahan karunia-Nya yang masih terlalu lebih banyak ketimbang apa yang menjadi kita berduka dan bersedih. Kita usahakan sekuat mungkin mencari apa-apa yang bisa membuat kita segera tersenyum. Seorang penjahat yang terhukum, bila ia memikirkan nasib jelek dirinya, maka ia akan terhukum dua kali. Pertama, ia terhukum sebab perbuatan dirinya, dan yang kedua ia terhukum oleh dirinya sendiri.

JANGAN MENYERAH
Sekecil apapun harapan hendaknya ia kita tumbuhkan. Sebab harapan akan membuat kita besar, harapan akan membuat kita tegar, harapan akan membuat kita tetap hidup dan sanggup menatap masa depan. Selain harapan, tumbuhkan dan manfaatkan juga peluang. Sekecil apapun peluang, ambil dan manfaatkan. Siapa tahu ternyata ia membawa kita kepada kehidupan yang lebih makmur, lebih sehat daripada sebelumnya.

SEMANGAT DAN MOTIVASI DIRI.
Bila hidup sedang diliputi permasalahan memang yang ada lemes, lesu, hidup tak bergairah. Bangkitlah!!!
Ciptakan motivasi-motivasi baru, sesuai dengan keadan kita.
Mintalah teman untuk memotivasi ulang, mintalah nasihat dan hikmah dari orang-orang yang kita anggap lebih dari diri kita. Bila kita lemas dan lesu, serta menjadikan hidup ini bak neraka atau hidup tanpa jiwa, maka seketika kita akan menjadi mayat hidup. Hidup tapi tidak memiliki nyawa. Hidup tapi tidak memiliki jiwa. Segarkan kehidupan kita, dengan membuang jauh-jauh masalah dan percaya akan kekuatan yang diberikan Allah.

Kehidupan adalah episode kehidupan yang memang harus kita jalani dan kita tinggal mengembalikannya kepada Allah. Baik permasalahan tersebut adalah kita yang menimbulkan, ataupun dari luar diri kita timbulnya. Misal, kita kehilangan perhiasan. Kita sedih atau marah, perhiasan tetap saja hilang. Jadi, kembalikan saja kepada Allah. Allah Mahakuasa, dan Dia Mahakaya, kita percayakan saja pengganti yang lebih baik dari perhiasan kita yang hilang.

HADAPI KENYATAAN HIDUP
Ketika kita mau menjalani siang, kita juga harus siap menerima datangnya malam. Bahwa hidup itu tidak selalu di atas, inilah yang harus juga kita siapkan diri, kita siapkan hati. Supaya kekecewaan dan keputusasaan bisa kita redam sebisa mungkin. Kita siapkan hidup kita bukan saja buat kesuksesan tapi juga buat kejatuhan. Yang penting, kita harus tanamkan bahwa di atas atau di bawah pun kehidupan kita ada Dia Yang Kuasa atas segala hal.

PAHAMI PESAN KESUSAHAN DAN PENDERITAAN ANG KITA ALAMI.
Adakalanya ternyata kesusahan hari ini diamini sebagai modal kesuksesan kita esok hari. Dan ini baru kita sadari esok dan esoknya. Alkisah ada seseorang yang kalaulah dia dulu tidak di-PHK, misalnya, tentunya tidak berdiri rumah makan "Wong Solo". Jadi, PHK yang dulu di satu sisi adalah penderitaan, ternyata justru menjadi momentum kemandirian dan berkesempatannya ia mendirikan rumah makan "Wong Solo". Pahami juga segala rupa kesusahan dan penderitaan sebagai salam dari Allah yang maha menghendaki kebahagiaan dan kesenangan buat kita, di mana bisa jadi Dia menghendaki kita kembali kepada-Nya.

TUMBUHKAN KESABARAN
Kesabaran sangat diperlukan dalam setiap apapun bentuk kehidupan yang kita lalui, dan di dalam setiap apapun keinginan yang kita inginkan. Lihatlah, di dalam menikmati kekayaanpun, bila tidak ada kesabaran, maka kekayaan akan cepat habis, dan kemudian melahirkan kehinaan. Lihatlah lagi, ketika kita tidak memiliki kesabaran dalam menyingkirkan duka, maka yang terjadi adalah bertambah dan bertambahlah duka kita dengan kedukaan-kedukaan yang baru, sebab ia tiada sabar.

BERDOA
Setelah kita pahami keterbatasan kita, kelemahan kita, maka penting sekali kita bersandar kepada Yang Tidak Pernah Terbatas dan Tidak Memiliki Kelemahan. Sehingga dalam upaya dan ikhtiar kita memecahkan masalah, kita didampingi Kuasa-Nya, kita didampingi Kehendak-Nya. Ingat, tidak ada yang tidak mungkin bagi-Nya, tidak ada yang mustahil dihadapan-Nya, kuasa-Nya, kehadiran-Nya, hanyalah milik mereka yang percaya kepada-Nya.

"Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, 'Jadilah' maka terjadilah ia. Maka Mahasuci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan. (Yasin: 82-83).

MEMASRAHKAN PERSOALAN KEPADA-NYA.
Kehidupan ini berjalan bukan dengan kemauan kita. Tapi di atas kemauan, kehendak dan kuasa Allah. Kalau berjalan dengan kemauan kita, tentunya kita menginginkan yang baik-baik, yang bagus-bagus. Nyatanya tidak jarang hal-hal buruk mampir di kehidupan kita. Maka perlu sekali kita memiliki sifat kepasrahan kepada sang Maha. Bahwa apapun yang terjadi, kita tahu bahwa demikianlah yang terbaik buat kita, karena Dia tentunya menginginkan yang baik-baik. Kalau salah ya minta ampun, kalau kurang benar, ya diluruskan, kalau merugi, ya minta diuntungkan, kalau kita sudah untung, kita minta dijada keberkahannya. Begitu saja.

YAKINKAN DAN PERBAIKI DIRI
Yakinkan diri, bahwa kita tidak sendirian menjalani beragam kesulitan hidup ini. Ada Allah yang bersedia menemani. Ada Allah yang bersedia dijadikan tempat berkeluh kesah. Dan ada Allah pintu harapan sekaligus pemenuh harapan bagi mereka yang menyisakan harapan.
Perbaiki diri. Kita selalu sibuk mencari-cari penyebab kesusahan kita, melalui cermin orang lain. Jarang sekali kita memetakan diri kita sendiri, lalu mencari penyebabnya dari dalam. Kiranya, perbaikan diri menjadi kunci keindahan hidup di sisa waktu yang masih disediakan Allah. Kita jadikan diri kita hanya sibuk memuhasabahkan diri, dan tidak menyempatkan diri menghitung dan menyalahkan orang lain.

Perbaikan diri tentu saja menuntut kemauan untuk berubah dan siap menghadai perubahan. Sebab tanpa perbaikan diri tidak akan ada perubahan. Ini yang disebut sebagaian pakar manajemen motivasi dan kepercayaan diri sebagai manajemen perubahan, "manajemen of change". Keadaan boleh berubah, dari suka menjadi duka, dari punya menjadi tidak punya, tapi kita sendiri harus menjadi pengontrol bagi setiap perubahan yang terjadi di setiap kehidupan kita. Yakni dengan memimpin hati, sikap dan perbuatan untuk berubah menjadi lebih baik lagi.

Mulailah perbiakan diri dari diri sendiri, dari hal yang terkecil dan dimulai dari sekarang.

Semoga kita semua dilindungi oleh Allah, Tuhan semesta alam, serta dijaga dalam suka dan duka. Saatnya nanti semoga kita dapat menemukan pelangi di balik segala kesusahan dan derita kita, baik kesusahan dan derita yang dibuat sendiri, maupun yang berasl dari orang lain. Dan saatnya nanti Insya Allah kita akan menemkan kehidupan yang lebih menyenangkan, membahagiakan dan bercahaya, sebab kita sudah bersandar kepada kebesaran-Nya, memiliki harpaan, optimisme dan kepercayaan diri, serta mau memimpin perubahan bagi diri sendiri.

Selamat menjalani hidup dan kehidupan.

Senin, 03 Januari 2011

Distributor ATK

Pusat Grosir ITC Mangga Dua, Jakarta Pusat

1. A1 Stationery
Lt. Dasar Blok E2 No. 85
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)6015795/6015796

2. Labora
Lt. 2 BlokE2 No. 89
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)70177883/6015804

3. Surya Mas
Lt. 2 Blok E2 No. 84
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)6015784/6014854

4. PT. Batara Indah
Lt. Dasar Blok E2 No. 50-54
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)6017025/29

5. Toko Ciptaan
Lt. 2 Blok E2 No. 78
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)6015792/6015796

6. Toko Bambi
Lt. Dasar Blok II No. 87-90
Jl. Alteri Mangga Dua Jakarta Pusat
Telp.(021)6017369/6127291

Pusat Grosir Pasar Pagi, Jakarta Barat

1. Usaba Asritama
Jl. Pasar Pagi No. 94 Jakarta Barat
Telp.(021)6918248/49

2. Jaya Stationery
Jl. Pasar Pagi No. 106 A Jakarta Barat
Telp.(021)6930266 Fex.(021)6930265

3. Marconata Stationery
Jl. Pasar Pagi No. 112 Jakarta Barat
Telp.(021)6903637/38 Fex.(021)6613788

4. Surya Agung Stationery
Jl. Pasar Pagi No. 100 Jakarta Barat
Telp.(021)6915459/6904401/6902606 Fex.(021)6923322

5. Sumber Jaya Prima
Jl. Pasar Pagi No. 98 Jakarta Barat
Telp.(021)6923748/6903629 Fex.(021)6925610